I. SUKSES PENYELENGGARAAN SUKSES PRESTASI
II. KEBUDAYAAN NASIONAL DAN JATI DIRI BANGSA
III. ASIA TENGGARA, ASIA PASIFIK, DUNIA DAN PANCASILA
IV. PAPUA SEJAHTERA DALAM PANGKUAN IBU PERTIWI
V. KEBANGKITAN RISTEK INDONESIA
Seluruh Artikel...
Monday, 5 December 2011
INDONESIA BISA
Monday, 10 October 2011
Sampah
- DILARANG KERAS bagi warga untuk membuang sampah langsung ke sungai, membuang sampah di tanah kosong yang secara hukum tidak diperuntukkan sebagai Tempat Pembuangan Sementara maupun Tempat Pembuangan Akhir sampah dan di tempat lain, selain tempat yang telah disediakan. Hal itu merupakan pelanggaran terhadap undang-undang dan tindakan melawan hukum yang diancam hukuman baik kurungan maupun denda.
Friday, 19 August 2011
US$ 500.000.000 Untuk Dirgantara Indonesia?
I. SEKILAS PT DIRGANTARA INDONESIA
II. PT DIRGANTARA INDONESIA; ANTARA PRESTIGE DAN PROFIT
III. ANDAI AKU PUNYA US$ 500.000.000
Daftar Pustaka
http://fitrianp.wordpress.com/2011/03/29/pt-dirgantara-indonesia-flying-with-a-broken-wing/
http://mozaicdunia.blogspot.com/2011/05/pesawat-pesawat-modern-buatan-pt.html
http://www.globalsecurity.org/military/world/indonesia/n2130.htm
http://www.bunyu-online.com/2010/02/hovercraft-versi-militer-produksi-pt.html
http://www.hariansobek.com/2011/07/7-pesawat-indonesia-komersial-dan.html
http://pustakadigitalindonesia.blogspot.com/2010/12/n-219-pesawat-penumpang-terbaru.html
http://www.inilah.com/read/detail/19644/dirgantara-indonesia-airbus-dan-boeing
http://www.indonesian-aerospace.com/book/d01.htm
Seluruh Artikel...Wednesday, 22 June 2011
Indonesia Krisis Pangan? [SISWONO YUDO HUSODO]
sumber: http://ekonomika-pertanian.blogspot.com/2011/01/indonesia-krisis-pangan-siswono-yudo.html
Kompas | Sabtu, 22 Januari 2011 | 04:44 WIB
Indonesia Krisis Pangan?
Oleh Siswono Yudo Husodo
Kekhawatiran akan dampak buruk perubahan iklim pada ketersediaan pangan mulai merebak di dunia.
Hal itu terutama sejak mantan Wakil Presiden AS Al Gore meluncurkan buku An Inconvenient Truth yang sangat impresif dan menyadarkan para pemimpin dunia mengenai bahaya perubahan iklim.
Saat ini badai salju dahsyat di belahan utara telah mengganggu produksi pangan. Di Queensland, Australia, banjir hebat merusak kebun tebu dan menghambat ekspor gula. Eropa, AS, dan Australia adalah produsen sekitar 65 persen pangan dunia. Di Tanah Air hujan berkepanjangan. Harga produk pangan meningkat.
Di Tanah Air hiruk pikuk wacana publik tentang potensi kelangkaan pangan cenderung dipersempit pada beras semata. Jenis pangan lain kurang diperhatikan, padahal manusia makhluk omnivor. Beragam pangannya bersumber dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, laut (ikan, rumput laut, garam), dan hutan (madu, jamur, pakis, porang).
Harga cabai mahal luar biasa. Hujan berkepanjangan bikin banyak cabai rusak di kebun. Mayoritas penggunaan cabai di Indonesia adalah cabai segar. Kita belum biasa membuat produk pertanian yang tak tahan lama menjadi tahan lama, seperti membuat stok cabai kering.
Harga pangan lima tahun terakhir dan harga energi meningkat. Era harga pangan murah sudah berlalu. Produk pertanian, terutama jagung, ubi kayu, minyak sawit, dan tetes tebu, bersaing antara penggunaan untuk pangan manusia, pakan ternak, dan kini untuk energi (etanol).
Andalan dunia
AS pada 2009 menggunakan 40 juta ton jagung untuk etanol. Produksi jagung nasional kita (2009) sekitar 17,6 juta ton. Sebagai bangsa berpenduduk nomor empat di dunia, Indonesia harus serius menetapkan langkah sistematis untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri.
Dianugerahi tanah subur di khatulistiwa dan dapat berproduksi sepanjang tahun, Indonesia harus terpanggil jadi pemasok pangan tropis bagi dunia. Masyarakat di berbagai belahan dunia tak dapat hidup nyaman tanpa produk pangan tropis, seperti kopi, cokelat, lada, pala, minyak sawit, dan gula tebu. Andalan produsen pangan tropis untuk memenuhi kebutuhan dunia terutama RI dan Brasil.
Krisis pangan di Indonesia bukan karena pasokan pangan berkurang drastis, melainkan lebih karena daya beli rakyat yang tak mampu untuk pangan yang harganya meningkat serta manajemen stok pangan yang kurang baik. Sekitar 17,4 juta keluarga (70 juta jiwa) termiskin di Indonesia tak mampu membeli pangan dengan nutrisi memadai. Ini kontras dengan kelas menengah ke atas yang leluasa mengonsumsi pangan. Restoran berkelas di kota besar penuh, juga warung pinggir jalan.
Mengatasi kondisi itu, pemerintah mengadakan program beras untuk rakyat miskin (raskin). Dalam APBN 2011, program raskin menyediakan subsidi buat 17.483.989 rumah tangga sasaran sebesar Rp 17 triliun: 15 kg beras per keluarga per bulan. Program raskin yang sudah lima tahun sejak 2005 terbukti cukup membantu. Beberapa aspek perlu diperbaiki. Misalnya, mengenai kualitas raskin.
Rumah tangga sasaran membeli raskin Rp 1.600 per kg. Dari harga itu, pemerintah menyubsidi Rp 4.685 per kg. Harga yang dibeli rakyat miskin sesungguhnya Rp 6.285 per kg. Di pasar umum, beras seharga itu berkualitas baik. Kenyataannya di berbagai tempat kualitas raskin memprihatinkan: coklat, bau apek, persentase yang pecah terlalu banyak, sebagian berulat, dan tak layak makan.
Perlu diingat, bagi kelompok warga berpendapatan rendah, beras adalah sumber pemenuhan nutrisi utama. Kemampuan mereka terbatas mengonsumsi jenis pangan lain. Pemerintah perlu jaga kualitas raskin: selain mengandung karbohidrat, juga protein (meski sedikit) dan vitamin.
Surplus
Seperti laporan Kementerian Pertanian dan BPS, produksi beras kita meningkat dan surplus dibandingkan dengan kebutuhan. Selama 12 bulan dalam setahun surplus beras di Indonesia sekitar 2 juta ton: Januari-Juli surplus 5 juta ton dan Agustus-Desember defisit 3 juta ton. Manajemen stok yang baik menjadi kunci bagi pengamanan persediaan sepanjang tahun. Sewaktu bulan surplus, Bulog paling tidak harus beli beras dalam negeri 4 juta ton dan melepas pada masa defisit. Sisanya agar tak rusak bisa diekspor. Gudang pun dapat diisi kembali.
Bulog punya 1.160 gudang dan tersebar di lebih dari 400 kabupaten/kota yang dibangun lebih dari 30 tahun lalu dan merupakan generasi pertama sistem gudang penyimpanan beras. Dengan kondisi gudang kita, beras tak bisa bertahan baik lebih dari empat bulan. Artinya, beras di gudang Bulog maksimum empat bulan harus didistribusikan ke konsumen.
Total kapasitas simpan gudang Bulog 4 juta ton. Sepuluh tahun terakhir maksimum pembelian beras dalam negeri oleh Bulog hanya 3 juta ton. Untuk 2010 bahkan kurang dari 1,5 juta ton. Itu sebab di beberapa tempat gudang Bulog dipakai untuk futsal. Pada 2011 ini, Bulog berencana mengimpor 1,25 juta ton beras. Sungguh aneh!
Krisis pangan bagi Indonesia dapat juga dilihat dari ketergantungan kita pada pangan impor yang terus meningkat. Lebih dari 11 miliar dollar AS dikeluarkan saban tahun untuk impor pangan. Dari Maret 2007 ke Maret 2008 kita mengimpor gula 37,48 persen dari kebutuhan nasional; garam rata-rata 1,5 juta ton per tahun senilai sekitar Rp 900 miliar dan merupakan 50 persen kebutuhan garam nasional; 70 persen dari kebutuhan nasional kedelai; 11,23 persen kebutuhan jagung; 15 persen kebutuhan kacang tanah; daging sapi setara lebih dari 750.000 sapi dan merupakan 23 persen kebutuhan nasional.
Krisis pangan juga bisa dilihat dari meningkatnya konsumsi gandum yang belum bisa ditanam di Tanah Air. Krisis itu akan lebih parah apabila kebijakan yang tak memberi insentif pada peningkatan produksi terus dijalankan: bebas bea masuk impor pangan, jeroan Australia dan paha ayam Amerika murah masuk karena merupakan limbah di negara asalnya.
Kunci keberhasilan ketahanan pangan nasional adalah pada keragaman pangan. Sukun, sagu, dan ubi kayu yang relatif lebih tahan pada musim basah yang berkepanjangan perlu digalakkan. Ide menjadikan Indonesia produsen pangan tropis untuk dunia tak bisa direalisasikan tanpa perbaikan aspek fundamental, seperti peningkatan skala ekonomi petani kita.
Siswono Yudo Husodo Ketua Yayasan Universitas Pancasila
Available at http://cetak.kompas.com/read/2011/01/22/04443289/indonesia.krisis.pangan
Diposkan oleh ekonomika-pertanian pada Sabtu, Januari 22, 2011
Seluruh Artikel...Friday, 17 June 2011
PANCABRATA PANCASILA
http://saripedia.wordpress.com/2010/08/19/sultan-hamid-ii-adalah-perancang-lambang-negara-republik-indonesia/
-
KETELADANAN PEJABAT NEGARA DAN PERIMBANGAN BERITA DI MEDIA
Era keterbukaan informasi yang kita alami sekarang ini, membuat masyarakat memiliki akses untuk mendapatkan informasi dengan mudah. Rakyat melihat segala hal yang dipublikasikan oleh media mengenai pejabat-pejabat negeri ini. Publikasi media sangat mempengaruhi pola pikir dan pola perilaku masyarakat Indonesia, terutama media audio visual seperti televisi. “Magic Box” ini mampu menembus sampai ke tingkatan bawah sadar pemirsanya. Apa yang pemirsa lihat di televisi diterima dengan dua indera, mata dan telinga. Otak manusia akan mencatat dengan jelas dalam “database” ingatan apa yang diterima oleh mata dan telinga.
Pancasila tidak bisa dipaksakan dari bawah, dari masyarakat umum. Penataran P4, Pendidikan Moral Pancasila, PPKN dan lain sebagainya tidak bisa kemudian menanamkan perilaku yang Pancasilais. Hal itu semua sekedar hapalan semata. Pancasila harus dimulai dari mental dan perilaku pejabat negara. Pejabat negara di eksekutif, legislatif dan yudikatif yang harus ditatar, bukan rakyat jelata. Rakyat jelata akan mencontoh pejabat negara dan pemimpinnya. Tapi penataran untuk pejabat juga nantinya tidak akan banyak berguna. Hal ini akan menjadi lelucon saja kalau dilakukan. Pancasila merupakan panutan pola perilaku. Kalau pejabatnya menerapkan Pancasila dalam perikehidupannya maka rakyat jelata seperti saya ini akan melihat dan mencontoh. Management of people must begin with management of self. Hal ini merupakan jalan terbaik untuk mengatur negara sesuai dengan pranata sosial, agama dan ketatanegaraan. Apabila pejabat pemerintah “terpublikasikan” melakukan hal-hal yang tercela, akan berdampak buruk bagi pemerintah sendiri dan akan berpengaruh pada pola pikir masyarakat. Pemerintah rezim pembangunan sangat mengerti hal ini. Mereka membungkam media, dan menjadikan media sebagai pengharum kebobrokan pejabat-pejabatnya. Sekarang yang terjadi justru sebaliknya. Bukan saya mencela media yang sekarang ini punya kedudukan yang sangat agung. Tapi sekarang ini hampir tidak ada sama sekali berita yang berisi hal-hal yang baik tentang pemerintah kita. TVRI menayangkan acara “Daerah membangun”. Acara ini meliput pembangunan dan perubahan yang terjadi di daerah. Tapi TVRI ini bisa bertahan dalam putaran waktu sebagai media nasional saja sudah sangat bagus sekali. Dengan keterbatasannya, masih bisa menyajikan siaran-siaran yang baik dan bermutu. Tapi TVRI ini siapa yang mau melihat? Orang-orang yang bekerja di TVRI sebagian besar adalah karena unsur pengabdian.
Tuesday, 17 May 2011
PEMBANGUNAN DAN KEMAKMURAN (I) – Harapan dan Kenyataan Sejarah
I. Elemen Dasar Pembangunan Ekonomi
Setiap kampanye presiden atau kepala daerah, pembangunan ekonomi pasti menjadi satu topik bahasan utama. Setiap calon presiden atau calon kepala daerah harus memiliki konsep pembangunan ekonomi yang hebat dan fantastis sehingga dapat memberi harapan bagi para pemilih. Pembangunan ekonomi selalu menjadi topik utama dan daya tarik karena rakyat kita sampai hari ini masih menunggu dan mengharapkan seorang tokoh yang mampu melakukan pembangunan ekonomi yang berhasil mengangkat harkat kehidupan rakyat negeri ini, secara keseluruhan. Pengharapan masyarakat Indonesia ini merupakan pengharapan jangka panjang yang tidak ada yang tahu kapan akan berakhir. Pembangunan yang benar-benar berhasil secara nyata, bukan hanya kumpulan data-data diatas kertas atau berita-berita di media. Pembangunan yang sebisa mungkin tidak dipaksakan. Keberhasilan pembangunan yang memang direncanakan secara matang dengan memperhatikan aspek-aspek historis, sosiologis, psikologi rakyat dan lingkungan, selain aspek ekonomi. Sampai hari ini dan Pilpres atau Pilkada yang akan datang, pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat masih merupakan tumpuan harapan dan topik utama bagi para calon pemimpin kita.
Seluruh Artikel...Saturday, 14 May 2011
Kunjungan Ke Luar Negeri
Peter The Great (1672-1725) Lahir di Moskow, putra tunggal Czar Alexis dengan isteri keduanya, Natali Narishkina. Naik tahta pada tahun 1689 menggantikan Fyodor.
Pada akhir abad ke-17, Russia adalah negeri terbelakang dan tersisih dari pergaulan politik Eropa. Masyarakat Russia pada waktu itu masih percaya pada takhayul, memusuhi orang luar, dan kolot. Rusia tidak mengalami renaisance. Tidak ada literatur, matematika dan sains diabaikan.
Perekonomian Rusia bergantung pada sektor pertanian tradisional. Industri yang ada adalah industri rumah tangga yang masih menggunakan teknologi sederhana. Militer Rusia waktu itu merupakan angkatan perang primitif jika dibandingkan dengan militer negara Eropa lainnya. Sementara di Barat, Newton baru saja menulis prinsipnya dan filosofi serta literatur tumbuh subur. Rusia tertinggal berabad-abad dari negara Eropa Barat lain.
Pada tahun 1697-1698 Peter melakukan perjalanan ke Eropa Barat dengan membawa serta 250 orang. Perjalanan yang akan merubah wajah Rusia dan merubah tatanan dunia di kemudian hari. Dengan menggunakan nama samaran Pyotr Mikhaylov, Peter bisa melihat banyak hal yang tidak bisa diamatinya jika menggunakan nama aslinya. Peter sempat bekerja sebagai tukang kayu di galangan kapal VOC di Belanda. Ia juga bekerja di galangan kapal angkatan laut Inggris dan mempelajari persenjataan Prussia. Dia mengunjungi pabrik, sekolah, museum dan gudang senjata, ia juga menghadiri sebuah sesi di Parlemen Inggris. Ia belajar sebanyak-banyaknya dan menggunakan kesempatan itu untuk membuat dirinya benar-benar tahu berbagai hal.
Sekembalinya dari Eropa, Peter melakukan perubahan radikal pada sendi-sendi dasar negara dan kehidupan sosial masyarakat Rusia. Ia memperbarui organisasi, konsep dan persenjataan militer Rusia; terutama kekuatan lautnya, memperamping dan membuat aturan yang tegas pada birokrasi sipil pemerintahan, membangun industri mesin pertanian dan militer dengan teknik metalurgi dan manufaktur modern, dan membuat pajak-pajak baru yang merubah kehidupan rakyat sekaligus meningkatkan pendapatan negara. Perang melawan beberapa negara tetangga seperti Ottoman dan Swedia membuat modernisasi industri sipil dan militer semakin penting bagi Rusia.
Investasi modal besar-besaran dilakukan dengan memberikan berbagai kemudahan bagi pelaku bisnis dan industrialis Rusia waktu itu. Peter sadar bahwa ia harus melakukan sinkronisasi dan harmonisasi dengan para pelaku bisnis demi tercapainya industri modern Rusia. Ia mengirim banyak pelajar untuk belajar di Eropa dan mengundang para ahli dari berbagai negara untuk bekerja dan mengajar di Rusia. Peter membawa sebanyak mungkin budaya dan teknologi barat ke Rusia.
Peter The Great adalah seorang Tsar Rusia yang memiliki obsesi terhadap kekuatan maritim. Ia kemudian membangun angkatan laut Rusia untuk berperang melawan Turki Ottoman dan Swedia yang waktu itu merupakan negara yang memiliki angkatan perang yang besar, demi untuk mendapatkan pelabuhan laut. Langkah Peter membuka jalan Rusia ke laut ini berpengaruh permanen terhadap kemajuan bangsa Rusia.
Hasil usahanya membuat militer mendapatkan material yang dibutuhkan, dan dalam waktu singkat militer Rusia menjadi angkatan perang yang disegani di Eropa. Teknik metalurgi dan manufaktur Rusia juga meningkat pesat dan pada pertengahan abad 18 Rusia mengungguli negara Eropa lain di bidang ini. Perdagangan luar negeri Rusia dan pendapatan Rusia meningkat 7 kali lipat dalam masa pemerintahannya. Hal ini merupakan prestasi besar sebuah kepemimpinan yang dibangunnya. Keadaan ini bertahan hingga menjadikan Rusia sebagai satu kekuatan dunia.
Peter merupakan pemimpin Rusia pertama yang memelopori pendidikan sekuler dan menempatkan pengendalian pemerintah di bidang ini. Pemerintahan Peter mendorong penerjemahan buku-buku Eropa kedalam bahasa Rusia. Surat Kabar pertama Rusian “Vedomosti” terbit pada tahun 1703. Akademi Ilmu Pengetahuan Pertama Rusia didirikan pada tahun 1724.
Peter Agung diakui sebagai Tsar Rusia terbesar sepanjang sejarah. Berbagai perlawanan terjadi karena kebijakannya yang radikal. Peter menggilas semua perlawanan dalam negeri dengan tegas. Tiga puluh enam tahun pemerintahannya membuat Rusia yang miskin, terbelakang dan tidak memiliki satupun armada laut, menjadi negara Rusia yang memiliki kekuatan militer yang kuat baik di darat maupun di laut, industri dengan tekonologi maju dan perdagangan luar negeri yang memberi Rusia kekayaan berlipat ganda. Peter the Great merupakan pemimpin negara yang memiliki visi dan pandangan dua abad lebih maju dari orang lain di negaranya. Rusia beruntung memiliki pemimpin seperti Peter The Great, meskipun ia banyak melanggar HAM.
Pemimpin diatas melakukan kunjungan ke luar negeri untuk melihat dan mempelajari hal-hal yang diperlukan untuk memajukan negaranya. Mengambil dari lluar dan menerapkan yang terbaik dan sesuai dengan jati diri bangsanya, kemudian mengembangkan dengan kekuatan dan kemampuan sendiri untuk mencapai kemandirian dan kemajuan bangsa. Kalau perjalanan ke luar negeri yang dilakukan oleh para anggota DPR kita maupun para pejabat pemerintah dapat memberikan dampak perubahan yang signifikan terhadap konsep pembangunan dan kemajuan bangsa ini, berapapun biayanya pantas untuk dilakukan. Peter The Great membawa 250 orang bersamanya dan mereka semua mencatat yang dilakukan Peter. Namun demikian, tidak mungkin setiap akan menyusun atau mensahkan undang-undang harus studi banding ke luar negeri dulu. Setiap bidang, setiap komisi yang mengurusi hal yang berbeda masing-masing harus pergi ke luar negeri. Kasihan rakyat kita harus membiayai pejabat pergi ke luar negeri. Begitu juga pejabat pemerintah kita. Kalau pergi ke luar negeri adalah tugas belajar atau suatu yang penting mungkin tidak apa-apa. Tapi jangan semua hal dianggap penting. Ukuran penting atau tidak ini harus diukur secara tepat. Persyaratan dari kunjungan atau studi banding ini harus diperketat. Setiap orang yang berkunjung ke luar negeri mungkin harus diwajibkan untuk menyusun laporan tertulis yang dimuat di media dan diketahui oleh banyak orang. Apa yang didapat dari kunjungan itu dan apa yang bisa diterapkan dalam menangani masalah di Indonesia. Paling tidak dengan cara ini orang akan mengetahui kualitas dari kunjungan yang dilakukan oleh Wakil Rakyat Yang Terhormat dan pejabat pemerintah kita.
Apa yang sudah ditulis dalam laporan kunjungan ke luar negeri juga harus diikuti dengan implementasi yang nyata. Hal ini juga harus diberitakan di media dan dilaporkan secara terbuka. Dengan demikian kalau memang dikatakan bahwa kunjungan keluar negeri anggota DPR maupun pejabat pemerintah (Eksekutif) sudah direncanakan, maka rencana itu harus dituntaskan sampai selesai. Namun sebelumnya harus ditentukan dulu mana yang benar-benar diperlukan dilakukannya kunjungan ke luar negeri dan mana yang tidak. Masalah penting tidak selalu harus pergi ke luar negeri. Masalah yang mungkin tidak terlalu mendesak atau tidak berpengaruh besar terhadap kehidupan rakyat banyak tidak perlu harus pergi ke luar negeri. Banyak cara lain yang jauh lebih efektif dan efisien untuk mengetahui atau mencari informasi atas suatu masalah. Kepergian anggota DPR ke luar negeri sekarang ini hanya menjadi bahan tertawaan mahasiswa kita di Australia. Ada beberapa orang anggota yang tidak bisa bahasa Inggris pergi ke Australia dan diberitakan mereka membawa penerjemah. Agak sulit dibayangkan kalau ke luar negeri tanpa kemampuan bahasa Inggris yang cukup. Apa bedanya dengan TKW? Disana mendengar apa? Membaca apa?
Pemborosan uang negara yang dilakukan oleh para pejabat pemerintah merupakan tanda bahwa kita adalah negara yang tidak punya arah dan cita-cita bersama. Kita negara yang memiliki petinggi negara yang memikirkan perutnya sendiri untuk makan hari ini dan bagaimana modal yang digunakan untuk mendapatkan kedudukan bisa kembali. Kalau itu yang terjadi, jangan bermimpi masyarakat Indonesia akan menjadi makmur. Rakyat kita akan menjadi rakyat yang diperbudak oleh para pemimpinnya sendiri. Dan nanti tahun 2015 kalau kita tidak mau berubah, kita akan menjadi MASYARAKAT EKONOMI KASIHAN. Apa yang sudah kita lakukan untuk mempersiapkan rakyat Indonesia menghadapi perdagangan bebas China-ASEAN? Kualitas Sumber Daya Manusia kita jauh dibandingkan dengan China dan beberapa negara ASEAN. Di Indonesia ini ada juara fisika tingkat dunia dan ada orang yang tanggal 10 ditanya dua tambah dua berapa, dijawabnya tanggal 14, itupun jawabannya salah.
Tidak meratanya pendidikan dan kualitas pembangunan di Indonesia membuat negara ini menjadi agak sibuk mengurusi masalah-masalah yang ditimbulkan karena kesenjangan sosial. Atau masalah-masalah yang disebabakan karena kurangnya disiplin warganya. Seperti misalnya masalah penumpang gelap di kereta api Jakarta. Mereka naik ke atap kereta bukan karena di dalam sudah penuh tapi karena tidak mau membayar. Mereka tetap membandel walaupun sudah disemprot dengan cat. Mereka malah melempari dan merusak alat penyemprot. Hal ini sangat memalukan. Mungkin kalau mereka tidak mau disemprot cat, mereka harus disemprot peluru sehingga mereka tidak akan mengulangi lagi naik kereta api di atapnya. Tapi itu berarti melanggar HAM. Mengatur orang yang pola pikirnya sempit merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Kalau rakyat jelata yang berpikir sempit, hal itu dapat dimaklumi tapi kalau pola pikir sempit itu dimiliki oleh para pejabat suatu negara, maka akan sangat berbahaya untuk kelangsungan hidup negara tersebut. Indonesia ini negara yang lengkap. Rakyatnya tidak mau bayar ongkos kereta, pemimpinnya “tamasya” (kunjungan ke luar negeri tanpa pertanggungjawaban) dengan ongkos negara. Sebaiknya ongkos tamasya ke luar negeri para pejabat dipangkas untuk membayar ongkos bagi mereka yang tidak mau membayar ongkos kereta.
Seluruh Artikel...Tuesday, 19 April 2011
Kekacauan Bangsa Bangsa dan Tidak Berfungsinya Perserikatan Bangsa Bangsa
Saya ingin mengutip sebagian tulisan Bung Karno tentang Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang saya ambil dari buku berjudul “API PERJUANGAN RAKYAT, Kumpulan tulisan terpilih Bung Karno”. Buku ini disusun oleh Pataniari S. diterbitkan oleh Kekal Indonesia, cetakan pertama, 2002, halaman 234-237. Tulisan ini ditulis oleh Bung Karno pada saat memutuskan Indonesia keluar dari keanggotaan PBB.
…
Mengenai Perserikatan Bangsa Bangsa telah kuuraikan kelemahan-kelemahannya dalam pidatoku di hadapan Sidang Umum PBB di tahun 1960.
- Pertama: Kedudukan PBB berada dalam wilayah salah satu negara yang menjadi pelaku utama dalam perang dingin. Dan di jaman perang urat syaraf ini haruslah ia dipindahkan ke Jenewa, Asia, Afrika atau daerah netral lainnya diluar lingkungan salah satu blok.
- Kedua: PBB dilahirkan di saat umat manusia sedang bangkit kembali dari Neraka Peperangan. Dalam banyak hal Piagamnya mencerminkan konstelasi dan kekuatan pada saat ia dilahirkan, tidak mencerminkan kenyataan sekarang. PBB sekarang bukan lah PBB di bulan Juni di San Fransisco dua puluh tahun yang lalu, pula dunia sekarang bukanlah dunia yang sama dengan dunia pada dua puluh tahun yang lalu. Kalau seharusnya mereka menyelesaikan krisis secara cepat dan menentukan, maka sikapnya yang tegang dan lamban terhadap keadan dunia memalsukan tujuan semula bagi tercapainya penyelesaian. Indonesia telah mengajukan dua buah sengketa yang hangat pada PBB-Irian Barat dan Malaysia, tapi dalam kedua persoalan ini tidak didapatkan penyelesaian. PBB hanya menjadi medan perdebatan.
Kami memandang PBB dengan harapan yang besar dan kekuatiran yang besar. Dengan harapan besar, karena pernah berfaedah dalam perjuangan untuk kehidupan nasional kami. Kami memandangnya dengan kekuatiran besar, karena kekurangan-kekurangannya dapat menghancurkannya, dan ini akan membinasakan harapan umat manusia bagi tercapainya hari depan yang tenteram dan bersatu.
Seluruh Artikel...
Friday, 15 April 2011
Diabetes
I. CONDITION
Diabetes mellitus is a desease in which the level of glucose in blood is high because the body can not release nor use proper amount of insulin. Base on PERKENI’s (Indonesian Endocrinology Society) diagnostic criteria in 2006, someone has diabetes when glucose level in blood reach more than 126 mg/dL after all night fasted (abstain from food) and more than 200 mg/dL in sudden test. The glucose level in the blood increase after meal and back to normal 2 hours later. Normal glucose level in the morning after all night fasted is 70-110 mg/dL. Glucose level usually less than 120-140 mg/dL in 2 hours after consuming food, drink something with sugar in it or other carbohydrate.
Normal glucose level in blood tends to increase slightly and progressively in the age of 50, especially for those who physically inactive. Increasing glucose level in blood after eat or drink will stimulates pancreas to produce insulin. Insulin controls increasing blood sugar level by allowing the glucose move from bloodstream into the cells. When inside the cells it converted to energy, which used immediately or stored as fat or glycogen until it is needed.
This condition can also cause by poor response of muscle, fat and liver cells to insulin. Glucose biled up in blood stream and urin, cause excessive urination, thirst and hunger, and difficulties in fat and protein metabolism. Diabetes Mellitus is different to Diabetes Insipidus which cause by lack of vasopressin hormon, the hormone than control production of urine.
Diabetes is most common in adults over 45 years of age; in people who are overweight or physically inactive; in individuals who have an immediate family member with diabetes; and in people of African, Hispanic, and Native American descent. The highest rate of diabetes in the world occurs in Native Americans. More women than men have been diagnosed with the disease.
II. PANCREAS
Pancreas in an organ which has an important role in diabetes. In this disease, pancreas doesn’t produce enough insulin to process glucose in blood stream. Scientists believe that immune system abnormality that arise from childhood is the cause of the disease. This known by diabetes type 1. In diabetes type 2, pancreas still produces insulin but can not harmonize insulin production to the need for processing glucose in the blood.
Pancreas is a glandular organ that secretes digestive enzyme into the intestine and produce insulin and glucagon to the bloodstream. These two hormones have very important role in metabolism of carbohydrate. Pancreas is attached to duodenum, the upper portion of small intestine. A large main duct, the duct of wirsung, collects pancreatic juice and empties into the duodenum. Enzymes active in the digestion of carbohydrates, fat, and protein continuously flow from the pancreas through these ducts. Their flow is controlled by the vagus nerve and by the Hormones secretin and pancreozymin which are produced in the intestinal mucosa. When food enters the duodenum, secretin and pancreozymin are released into the bloodstream by secretory cells of the duodenum. When these hormones reach the pancreas, the pancreatic cells are stimulated to produce and release large amounts of water, bicarbonate, and digestive enzymes, which then flow into the intestine.
Insulin and glucagon are produced by one type of cells named Beta cells, which spread all over the pancreas, in the part called islet of Langerhans. Langerhans is the name of a Germany doctor, Paul Langerhans. He is the one who in 1869 explain the function and existence of this part. In adult normal human pancreas, exist 1.000.000 islet of Langerhans.
There are five kind different cells in the islet of Langerhans, three of these cells (alpha, beta and delta) produce three important hormones. Alpha cells produces glucagon, Beta cells produces insulin and Delta cells produces somatostatin. The role of fourth and fifth kind of cells, D1 cells and PP cell still uncertain. The demage of beta cells as insulin producer will cause type 1 diabetes.
Islet of Langerhans secretes insulin hormone and glucagon to control glucose level in blood. Insulin stimulate cells to absorb the glucose from blood, transform it to energy and use or store it. Insulin is a simple protein in which two polypeptide chains of amino acids are joined by disulfide linkage. insulin help transfer glucose into cells so that they can oxidize the glucose to produce energy for the body. Insulin is secreted when the level of blood glucose level rises-as after a meal.
In adipose (fat) tissue, insulin facilitates the storage of glucose and its conversion to fatty acids. Insulin also slow the breakdown of fatty acids. In muscle it promotes the uptake of amino acids for making proteins. In the liver it helps convert glucose into glycogen and it decreases gluconeogenesis (the formation of glucose from noncarbohydrate source).
Glucagon has opposite effect of insulin. This pancreatic hormone stimulates liver to release it’s stored sugar (glycogen) to bloodstream. Glucagon will be released when glucose level in blood is to low or too much insulin produced and cause significant decrease in glucose level. This mechanism control blood glucose level in the body. Islet of Langerhans is also secrete, in very small amount, somastostatin which inhibits the production of insulin and glucagon. Pancreas also produce pancreatic polypeptide hormone whose role is uncertain.
Inadeqate production of insulin is responsible for diabetes mellitus condition. Severe diabetics require periodic injection of insulin, which is extracted from the pancreas of pigs, sheep, and oxen. Insulin was first isolated as a pancreatic extract in 1921 by the Canadian scientists Sir Frederick G. Banting and Charles H. Best. By the early 1980s certain strains of bacteria had been genetically modified to produce human insulin.
II. THE CAUSE AND TYPE OF DIABETES
Person with diabetes produce not enough insulin to maintain normal glucose level in bloodstream or produce enough insulin but not correctly responsed by the body cells. In diabetes melitus, body cells can not absorb glucose in bloodstream because of low insulin amount. Glucose stay in blood and can not be processed to energy nor glycogen. When the glucose-laden blood passes through the kidneys, the organs that remove blood impurities, the kidneys cannot absorb all of the excess glucose. This excess glucose spills into urine, accompanied by water and electrolytes-ions required by cells to regulate the electric charge and flow of water molecules across the cell membrane. This cause frequent urination to get rid the additional water drawn into the urine; excessive thirst to trigger replacement of lost water; and hunger to replace the glucose lost in urination. Additional symptoms may include blurred vision, dramatic weight loss, irritability, weakness and fatique, and nausea and vomiting.
Insulin helps control glucose level which needed for many chemical process in the body. In a healthy person, when food being digested (1), glucose blood level increase (2). Pancreas secretes insulin (3) to allow body cells to absorb glucose. Insulin also facilitates the transformed of glucose to glycogen and stored it in the liver(4)and in the muscle that will be burned when needed. Several hormones control secretion of insulin which lead to decreasing blood glucose level.(5) These hormones stimulate pancreas to stop insulin secretion.(6)
In person with diabetes mellitus, pancreas produces not enough insulin or the body cannot response and use insulin. After eat or drink (A), pancreas produce too little insulin (B), to provide energy, the body had to burn fat instead of glucose as source of energy. This process produce poisonous chemical compound named ketone which most of it spill into the urine (D) and the rest still remain in the bloodstream (E), cause the life-threatening condition named ketoacidocis. If the body can not use insulin properly unabsorbed glucose will remain in bloodstream and will impair several important chemical function of the body, included fend of infection and fight deseases.
1. DIABETES TIPE I
Diabetes is classified into two types. In Type 1 diabetes, formerly called insulin-dependent diabetes mellitus (IDDM) and juvenile-onset diabetes, the body does not produce insulin or produces it only in very small quantities. Symptoms usually appear suddenly, typically in individuals under 20 years of age. Most cases occur around puberty—around age 10 to 12 in girls and age 12 to 14 in boys.
Type 1 diabetes is an autoimmune disease, that is, a condition in which the body’s disease-fighting immune system goes awry and attacks healthy tissues. In the case of Type 1 diabetes, the immune system mistakenly attacks and destroys insulin-producing cells, known as beta cells, in the pancreas. Scientists believe that a combination of genetic and environmental factors somehow triggers the immune system to destroy these cells. Scientists have so far identified 20 genes that play a role in Type 1 diabetes, although the exact function of these genes is still under investigation. Environmental factors, such as certain viruses, may also contribute to the development of the disease, particularly in people who already have a genetic predisposition for the disease. Type 1 diabetes also can result from surgical removal of the pancreas.
The body forms energy from several sources. Glucose from carbohydrate is the main resource that processed by the body become energy. If not available, the body take an alternative source of energy and process fat and protein in the muscle. Processing fat become energy will form an acidic substance called ketone. This substance billed up in blood stream and this will make blood become acidic. This condition is called Diabetic Ketoacidosis.
Early simptomps of diabetic ketoacidosis are excessive thirst and frequent urination, nause, vomitting, fatique dan stomachache (especially in children). Shortness and deeper breath usually occur because the body try to fix the acid level of the blood. Breath odor become aceton like smell. Without proper treatment, diabetic ketoacidosis can cause coma, sometimes for a few hours. Person with type 1 diabetes may develop ketoacidosis if pass one insulin injection, or experiencing stress cause by infection, accident or serious illness.
2. TYPE 2 DIABETES
In Type 2 diabetes, formerly known as non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM) and adult-onset diabetes, the body’s delicate balance between insulin production and the ability of cells to use insulin goes awry. Symptoms characteristic of Type 2 diabetes include those found in Type 1 diabetes, as well as repeated infections or skin sores that heal slowly or not at all, generalized tiredness, and tingling or numbness in the hands or feet.
The onset of Type 2 diabetes usually occurs after the age of 45, although the incidence of the disease in younger people is growing rapidly. Because symptoms develop slowly, individuals with the disease may not immediately recognize that they are sick. A number of genes are involved in Type 2 diabetes. In addition, there is a strong relationship between obesity and Type 2 diabetes. About 80 percent of diabetics with this form of the disease are significantly overweight. The cause of diabetes are also:
- High level of corticosteroid,
- Pregnancy (diabetes gestasional), will curred after birth
- drugs, demage the pancreas or inhabit formation or efect of insulin
IV. COMPLICATION
If left untreated, diabetes mellitus may cause life-threatening complications. Type 1 diabetes can result in diabetic coma (a state of unconsciousness caused by extremely high levels of glucose in the blood) or death. In both Type 1 and Type 2 diabetes, complications may include blindness, kidney failure, and heart disease. Diabetes can cause tiny blood vessels to become blocked; when this occurs in blood vessels of the eye, it can result in retinopathy (the breakdown of the lining at the back of the eye), causing blindness. Diabetes mellitus is the leading cause of new cases of blindness in people aged 20 to 74.
In the kidneys, diabetes can lead to nephropathy (the inability of the kidney to properly filter toxins from the blood). About 40 percent of new cases of end-stage renal disease (kidney failure) are caused by diabetes mellitus. High level of glucose in blood cause the tendency of increasing fat substance in bloodstream. This condition will lead to arteriosclerosis; blockages of large blood vessels. This can lead to many cardiovascular problems, including high blood pressure, heart attack, and stroke. Although these conditions also occur in nondiabetic individuals, people with diabetes are two to four times more likely to develop cardiovascular disorders.
Complex substance formed by glucose on the inner lining of blood vessels will make the walls of arteries become thicken and easy to leak. Thickening blood vessel will reduce blood flows especially for the blood which flows to skin and nerve. Bad blood circulation cause by thickening macro blood vessel can cause brain injuries, heart, and leg blood vessel (makroangiopati), whereas thickening in micro blood vessel will cause eye, kidney, nerve and skin injury and lead to difficulty to heal wound.
Diabetes mellitus, without proper treatment, can cause long period process of complication. The most dangerous complication in diabetes is heart attack and stroke. High level of glucose in bloodstream will slowly demage the blood vessels of the body. Person with diabetes has to aware if experiencing heavy cough without any particular cause (influenza or asthma). That kind of cough can be cause by demage of the blood vessel around the heart or demage of the heart itself. Person with diabetes can experiencing heart attack without feeling any pain in the chest because nerves around the heart have been demaged.
In the kidneys, diabetes can lead to nephropathy (the inability of the kidney to properly filter toxin from the blood). About 40 percent of new cases of end-stage renal disease (kidney failure) are cause by diabetes. Blockage of the macro blood vessel in diabetics cal lead to many cardiovascular problems, including high blood pressure, heart attack, and stroke. Although these condition also occur in nondiabetic individuals, people with diabetes are two to four times more likely to develop cardiovascular disorders.
Diabetes mellitus may also cause loss of feeling, particularly in the lower legs. This numbness may prevent a person from feeling the pain or irritation of a break in the skin or of foot infection until after complication have developed, possibly necessitating amputa of the foot or leg. Burning pain, sensitivity to touch, and coldness of the foot, condition collectively known as neuropathy, can also occur. Other complication include higher-risk pregnancies in diabetic women and a greater occurrence of dental disease.
V. TREATMENT AND DIAGNOSE
Diabetes is detected by measuring the amount of glucose in the blood after an individual has fasted (abstained from food) for about eight hours. In some cases, physicians diagnose diabetes by administering an oral glucose tolerance test, which measures glucose levels before and after a specific amount of sugar has been ingested. Other tests have been developed to search specific antibody (protein in imune system which attacks outside substance) which only exist in person with diabetic. This test can detect type 1 diabetes in earlier stage and reduce the risk of complication.
Once diabetes is diagnosed, treatment consists of controlling the amount of glucose in the blood and preventing complications. Depending on the type of diabetes, this can be accomplished through regular physical exercise, a carefully controlled diet, and medication.
Individuals with Type 1 diabetes must receive insulin, often two to four times a day, to provide the body with the hormone it does not produce. Insulin cannot be taken orally, because it is destroyed in the digestive system. The amount of insulin given is different for each individual, depend on several factor like level individual physical activities, diet, and the presence of health disorders. Typically, individuals with Type 1 diabetes use a meter several times a day to measure the level of glucose in a drop of their blood obtained by pricking a fingertip. They can then adjust the dosage of insulin, physical exercise, or food intake to maintain the blood sugar at a normal level. People with Type 1 diabetes must carefully control their diets by distributing meals and snacks throughout the day so as not to overwhelm the ability of the insulin supply to help cells absorb glucose. They also need to eat foods that contain complex sugars, which break down slowly and cause a slower rise in blood sugar levels
Although most persons with Type 1 diabetes strive to lower the amount of glucose in their blood, levels that are too low can also cause health problems. For example, if a person with Type 1 diabetes takes too much insulin, it can produce low blood sugar levels. This may result in hypoglycemia.
Faint, shakiness, confusion, nause, vomiting and anxiety are symptoms of hipoglicemia. The first organ influenced by this condition is brain. Person with hipoglicemia can experiencing psychological disorder like change of personality or in some case seems like he/she was drunk. Hipoglicemia is cause by hyperinsulin, either because overdose or too much insulin produce by the body. In hyperinsulin, glucose level in blood decrease sharply and the body can not adjust this fall. This condition will cause suply of glucose to the body cells, and especially to the brain become inadequate. Severe hypoglycemia can cause permanent brain demage, coma and death.
Reactive hipoglicemia occurs in the persons in stress or depression. Immediately treatment need to be done when symptoms of hypoglycemia happens. Consume simple sugar like candy, honey, fruit juice or syrup can reduce the risk of hypoglycemia.
In order to control insulin levels, people with Type 1 diabetes must monitor their glucose levels several times a day. In 1983 a group of 1,441 Type 1 diabetics aged 13 to 39 began participating in the Diabetes Control and Complications Trial (DCCT), the largest scientific study of diabetes treatment ever undertaken. The DCCT studied the potential for reducing diabetes-related complications, such as nerve or kidney disease or eye disorders, by having patients closely monitor their blood sugar levels four to six times a day, maintaining the levels as close to normal as possible. The results of the study, reported in 1993, showed a 50 to 75 percent reduction of diabetic complications in people who aggressively monitored and controlled their glucose levels. Although the study was performed on people with Type 1 diabetes, researchers believe that close monitoring of blood sugar levels would also benefit people with Type 2 diabetes
Injected insulin, not exactly the same with natural insulin produce by the body. Thin situation, in several patients, can lead of the formation of antibody that destroy the replacement insulin. This antibody reduce effectiveness of injected insulin and the patient force to increase the dosis. Insulin injection can cause alergic reaction in the skin.
For persons with Type 2 diabetes, treatment begins with diet control, exercise, and weight reduction, although over time this treatment may not be adequate. People with Type 2 diabetes typically work with nutritionists to formulate a diet plan that regulates blood sugar levels so that they do not rise too swiftly after a meal. A recommended meal is usually low in fat (30 percent or less of total calories), provides moderate protein (10 to 20 percent of total calories), and contains a variety of carbohydrates, such as beans, vegetables, and grains. Regular exercise helps body cells absorb glucose—even ten minutes of exercise a day can be effective. Diet control and exercise may also play a role in weight reduction, which appears to partially reverse the body’s inability to use insulin.
Overweight and fat will cause insulin resistence. This fact explain why diet and excercise are the best way to manage type 2 diabetes. Decrease body weight and increase muscle mass will reduce the fat and help body to use insulin better. Recent research conclude that there is a close relationship between diabetes and the point where fat piled up in the body. If fat accumulate in the hip and part of stomache, the risk of diabetes is higher. Several ways to prevent fat to be piled up:
- Healthy way of live, orderly and dicipline
- Regular and measured excercise
- Do not watch TV or work in front of computer too long
- Reduce candy, chocholate or snack with high salt
- Reduce junk food, with high level of calories, carbohydrate and fat
- Consume a lot of fruit and vegetables
For some people with Type 2 diabetes, diet, exercise, and weight reduction alone may work initially, but eventually this regimen does not help control high blood sugar levels. In these cases, oral medication may be prescribed. If oral medications are ineffective, a person with Type 2 diabetes may need insulin doses or a combination of oral medication and insulin. About 50 percent of individuals with Type 2 diabetes require oral medications, 40 percent require insulin or a combination of insulin and oral medications, and 10 percent use diet and exercise alone.
VI. LONG TERM AND CONTINOUS OBSERVATION
Person with diabetes have to check the glucose blood level regularly, in the morning before breakfast, two hours after meal and night before sleep. Beside these regular tests, the person should do this test in a particular condition like hipoglicemia, pregnancy etc. This test is an effective means to decide the daily amount of insulin needed.
Haemoglobin is a part of red blood cells which transport oxygen. One type of haemoglobin is HbA. HbA1c is specific subtype of HbA. Glucose sticks to haemoglobin to form Glycosylated Haemoglobin which called A1c or HbA1c. The more glucose in the blood the more faster HbA1c formed in the blood. This situation cause high level of HbA1c1 in the bloodstream. HbA1c is the best single measurement to know the risk of tissue demage cause by high level of glucose in the bloodstream especially in nerve and minor blood vessel in eyes and kidney.
Seluruh Artikel...Thursday, 16 December 2010
MEGACITIES: JAKARTA
TRANSPORTASI
Jakarta merupakan ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia. Masalah bangsa ini, tergambar dan tercermin pada masalah-masalah yang timbul di Jakarta. Bahkan sebenarnya Jakarta adalah kota yang paling berat menanggung efek samping dari pembangunan Bangsa Indonesia. Apa sebenarnya cita-cita, tujuan dan arah pembangunan Jakarta sebagai ibu kota Negara Indonesia merupakan suatu hal yang harus direncanakan dengan matang, bukan hanya oleh Pemerintah Daerah tapi juga oleh pemerintah pusat. Perencanaan yang menyeluruh dengan tujuan yang jelas, perencanaan jangka panjang yang pasti dan terkoordinir dengan baik.
Jakarta diulas dalam acara Megacities di National Geographic Channel. Ulasan ini berdurasi cukup singkat tetapi sangat membesarkan hati. Dalam ulasan itu digambarkan bahwa Jakarta ini penuh masalah, dengan sampah yang memenuhi sungai sampai harus diangkat dengan alat berat, banjir yang tergenang di jalan protokol, kemacetan lalu lintas dan beberapa kejadian lain. Namun narasi dalam acara tersebut menyebutkan bahwa berbagai usaha dan perencanaan telah disusun dan dilakukan oleh pemerintah daerah DKI. Busway yang sudah dibangun koridornya tetapi belum ada bisnya, pembuangan sampah yang dapat menghasilkan tenaga listrik, pengendalian banjir dan moda transportasi baru yang diharapkan akan membantu mengurangi kemacetan lalu lintas Jakarta. Ada beberapa hal yang belum pernah dipublikasikan atau diberitakan dan saya baru tahu dari NGC.
KLIK DISINI UNTUK BACA SELURUH ARTIKEL
Seluruh Artikel...Monday, 29 November 2010
YOGYAKARTA
AMANAT SRI PADUKA INGKANG SINUWUN KANJENG SULTAN
Kami Hamengku Buwono IX, Sultan Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat menyatakan:
Bahwa Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat bersifat kerajaan adalah daerah istimewa dari Negara Republik Indonesia.
Bahwa kami sebagai Kepala Daerah memegang segala kekuasaan dalam negeri Ngayogyakarta Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubung dengan keadaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat mulai saat ini berada di tangan kami dan kekuasaan-kekuasaan lainnya kami pegang seluruhnya.
Bahwa hubungan antara Negara Ngayogyakarta Hadiningrat dengan Pemerintah Pusat Negara Republik Indonesia, bersifat langsung dan Kami bertanggung jawab atas Negeri Kami langsung kepada Presiden Republik Indonesia.
Kami memerintahkan supaya segenap penduduk dalam Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat mengindahkan amanat kami ini.
Ngayogyakarta Hadiningrat, 28 Puasa Ehe 1876
5 September 1945
Hamengku Buwono IX
(Soedarisman, 1984)
Sejarah Raja-raja Jawa, Dr Purwadi. M.HUM (hal 513)
Pernyataan diatas merupakan pernyataan resmi HB IX sebagai Raja Yogyakarta.
HB IX ditetapkan sebagai Raja Yogyakarta pada tanggal 18 Maret 1940, 5 tahun sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia diproklamirkan. HB IX dinobatkan oleh Gubernur Jenderal Belanda waktu itu Lucien Adam. HB IX juga diangkat menjadi kerabat Ratu Belanda. Hal ini dilakukan dengan maksud supaya HB IX menjadi kaki tangan Belanda di Pulau Jawa. Pada saat agresi militer Belanda I, HB IX mengundang para pemimpin RI untuk memerintah dari Yogyakarta. Pada agresi Belanda II tahun 1948, Belanda menduduki Yogyakarta dan mengasingkan para pemimpin RI. Belanda mengajukan tawaran pada HB IX untuk bekerja sama, dengan imbalan akan diangkat sebagai raja untuk wilayah Jawa dan Madura. HB IX menolak dan Belanda kemudian menangkap HB IX. Pada saat tentara Belanda akan menangkap HB IX, beliau mengatakan bahwa tentara tersebut tidak berhak menangkapnya karena beliau adalah kerabat ratu Belanda. Pangkat tentara yang akan menangkap beliau terlalu rendah untuk menangkap beliau. HB IX kemudian tidak jadi ditangkap. Pada saat itu sebenarnya beliau bisa saja memproklamirkan berdirinya Kerajaan Mataram Baru atau Kejaraan Yogyakarta atau Kesultanan Yogyakarta atau apa saja dan mengangkat diri sebagai raja. Atau beliau bisa mengangkat diri sebagai Presiden RI atau menjadi Yogyakarta sebagai semacam negara anggota persemakmuran Belanda. Namun semua itu tidak beliau lakukan. Pada tanggal 27 Desember 1949, HB IX menandatangani penyerahan kedaulatan Belanda kepada Indonesia.
Kebijakan-kebijakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Raja Yogyakarta merupakan suatu bagian tak terpisahkan dari berdirinya, kemampuan bertahan, dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kebijakan tersebut menjadi untaian benang sejarah sampai hari ini. Beliau jelas-jelas menyerahkan pertanggungjawaban sepenuhnya daerah kekuasaanya kepada NKRI meskipun nasib NKRI belum jelas. Atas jasanya ini dan alur sejarah masuknya Kerajaan Yogyakarta sebagai bagian dari NKRI, maka Yogyakarta menjadi daerah istimewa. Proses pembentukan dan pembagian kekuasaan antara Pemerintah Daerah DIY dan pihak kraton diatur dalam beberapa peraturan yang sebenarnya membuat keistimewaan Yogyakarta semakin kabur. Pada akhirnya, Keistimewaan Yogyakarta terletak pada kepemimpinan daerah yang tetap dipegang oleh Raja Yogyakarta secara turun temurun. Sedangkan abdi dalem dan kerabat keraton yang tidak menjabat dalam jabatan resmi pemerintah tidak dikaitkan lagi dengan urusan pemerintahan.
Selama pemerintahan Orde Baru, HB IX menjabat sebagai wakil presiden dan urusan Kraton lebih banyak ditangani oleh Sri Paku Alam VIII. Pada masa Orde Baru, dimana belum ada demokrasi di Indonesia, tidak ada masalah yang timbul. Masalah timbul ketika negara ini mulai berdemokrasi. Gubernur merupakan pemimpin pemerintah daerah yang di daerah lain dipilih oleh rakyat melalui proses pemilu. Namun masalah sebenarnya adalah Gubernur Yogyakarta adalah orang yang merupakan keturunan Raja Yogyakarta dan ditetapkan secara langsung oleh DPRD Yogyakarta untuk menjadi Gubernur yang walaupun ada batas waktu tapi batas waktu ini menjadi tidak jelas. Pada prakteknya pewaris tahta mungkin akan menjadi Gubernur DIY seumur hidup kalau aturannya tidak tegas.
Kalau masih mengikuti cara dimana Raja Yogyakarta otomatis menjadi gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, maka memang tidak ada proses demokrasi dalam pemilihan Gubernur. Menjadi Gubernur DIY tidak perlu kampanye. Tidak perlu memberikan upeti kepada partai politik supaya mendukung. Tidak perlu bersaing dalam Pemilu. Tidak perlu mengeluarkan belanja iklan di TV swasta. Pewaris tahta Yogyakarta otomatis akan menjadi Gubernur. Dengan adanya undang-undang otonomi daerah dan komposisi DPRD DIY yang ditentukan melalui pemilu, maka secara konsep memang agak sulit diterima kalau pewaris tahta Yogyakarta langsung diangkat DPRD DIY sebagai gubernur. Ini kalau kita murni berpikir demokratis.
Menjadi lebih ruwet dan rumit, karena Kanjeng Sinuwun HB X sebagai Gubernur Yogyakarta yang diangkat langsung oleh DPRD tanpa pemilu, ikut serta dalam politik dengan menjadi tokoh salah satu partai dan menjadi tokoh pendiri satu organisasi masa yang sekarang ini sedang gencar-gencarnya memperkenalkan diri. Hal ini tentu ada hubungannya dengan 2014.
Untuk masyarakat Yogyakarta, pribadi Raja Jawa masih merupakan tokoh panutan yang dihormati. Kalau misalnya pewaris tahta maju dalam pilkada, maka dapat dipastikan akan menang. Gubernur pada masa reformasi ini adalah jabatan politik. Seorang gubernur memiliki pengaruh politik di daerahnya. Raja Yogyakarta juga memiliki kharisma dan pengaruh untuk masyarakat Yogyakarta. Pada era demokrasi ini, Kanjeng Sinuwun HB X harus menyatukan paling sedikit tiga hal; Sebagai raja Yogyakarta, sebagai gubernur, dan sebagai politikus. Kalau maju dalam politik, logikanya menjadi Gubernur juga harus melalui proses politik. Itu berarti Gubernur Yogyakarta dipilih secara demokratis dan menghilangkan sama sekali keistimewaan DIY. Menghilangkan Keistimewaan Yogyakarta dimana Raja Yogyakarta adalah penguasa wilayah dan sekaligus gubernur merupakan suatu tindakan yang memutus rangkaian dan keterkaitan sejarah bangsa ini.
Namun demikian, menyerahkan suksesi gubernur sebagai kepala daerah berdasarkan keturunan atau sistem aturan tahta berpotensi menimbulkan masalah. Keraton Surakartahadiningrat setahu saya sekarang ini memiliki dua orang Paku Buwana XIII; Paku Buwana XIII Tedjowulan dan Paku Buwana XIII Ngabehi. Mereka berdua bersaing memberi gelar kerajaan kepada beberapa tokoh di Indonesia. Masing-masing Paku Buwana XIII memiliki pengikut dan sempat bentrok. Sempat pula terjadi kericuhan di dalam Kraton Surakarta. Masalah ini sampai dibawa ke ranah hukum dan hingga saat ini belum ada penyelesaian yang final atas dualisme Paku Buwana di Surakarta. Akan lucu jadinya kalau hal ini terjadi di tingkat Gubernur di Yoyakarta.
Begitu pula pada saat menentukan Sri Paku Alam IX, juga harus melalui perdebatan keluarga yang panjang. Pada titik sekarang ini merupakan titik kritis suksesi kraton Yogyakarta. Paku Alam IX sudah mengangkat putra mahkota sedangkan Kanjeng Sinuwun HB X belum memiliki penerus tahta. Putra mahkota Sri Paku Alam IX belum tentu diterima oleh saudara-saudaranya sebagai penerus tahta Paku Alaman. Karena pada pelantikan Paku Alam IX sudah terjadi penolakan dari keluarga yang lain. Kalau suatu saat nanti terjadi masalah suksesi yang berkepanjangan, maka untuk menentukan jabatan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, pemerintah pusat dalam hal ini menteri dalam negeri dan DPRD DIY hasil pemilu, harus menunggu keluarga ini selesai rapat dulu.
Permasalahan Yogyakarta sebenarnya merupakan pertentangan antara idealisme sejarah dengan praktek politik praktis dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau menurut saya, dimasa yang akan datang Gubernur Yogyakarta mau tidak mau harus dipilih melalui pemilukada. Pemilihan Gubernur berdasarkan keturunan atau aturan tahta pada saatnya nanti akan mustahil untuk diterapkan dan berbahaya kalau dipaksakan. Hal ini harus disadari dulu oleh masyarakat Yogyakarta, bukan kita mau mengusik raja Yogyakarta.
Undang-undang akan berlaku dalam jangka yang panjang. Kalau mau ditetapkan sekarang, berarti harus mencakup permasalahan hari ini dan nanti. Kita tidak akan meninggalkan keistimewaan Yogyakarta dimana pewaris tahta adalah juga merupakan Gubernur pemimpin daerah. Namun Yogyakarta mau tidak mau harus berproses untuk memilih gubernurnya diluar keluarga kerajaan. Karena, mohon maaf bukan saya mau lancang berkata, anak raja belum tentu punya kualitas untuk menjadi raja. Dan anak pertama yang biasanya menjadi putra mahkota tidak pasti lebih baik kualitasnya dari pada adik-adiknya. Saya sebagai rakyat jelata hanya berharap supaya masalah ini ditangani secara hati-hati. Untuk masyarakat Yogyakarta masalah ini mungkin sensitif. Orang Yogya jangan dibikin marah. Kita semua kalah kalau ada orang Yogya marah.
Sekian dari saya, yang benar dari Allah yang salah dari saya. Mohon maaf kalau ada kata-kata yang tidak berkenan.
Mekar Wijaya
Seluruh Artikel...Saturday, 27 November 2010
BADAI PASTI BERLALU
Merapi belum selesai mengeluarkan awan panas. Saudara-saudara kita di Wasior masih belum jelas nasib dan masa depannya. Mentawai masih luluh lantak dilanda Tsunami. Sekarang Bromo mengepulkan asap dan terjadi gempa 5,5 SR di Maluku. Negara ini benar-benar sedang dilanda kesedihan. Bencana merata dari Barat sampai ke Timur. Negara ini sedang diberi ujian.
Dulu ada orang yang mengatakan bahwa kalau Merapi meletus, Pulau Jawa akan terbelah dua. Sekarang Merapi meletus dan Jawa tetap menyatu tak kurang suatu apa pun. Mbah Merapi yang meninggal dalam keadaan bersujud dipercaya sebagai juru kunci Merapi. Beliau tidak mau menaati perintah Sultan HB X dan mengatakan bahwa beliau bukan raja tapi gubernur. Sedangkan tanggung jawabnya adalah kepada Raja, HB IX. Beberapa ustadz di masjid mengatakan bahwa bencana ini adalah hukuman buat bangsa kita. Bangsa kita harus segera bertobat. Pemerintah bukan pemerintah yang Islami sehingga bencana diturunkan untuk menghukum negeri ini. Pekerja Seks Komersial seharusnya diberantas bukan malah diberi tempat sehingga terbentuk PUJASERA (Pusat Jajan Serba Ada).
Kita tidak butuh omongan seperti ini. Kobe di Jepang dilanda gempa dengan skala yang sebenarnya relatif kecil. Bangunan-bangunan di Kobe sudah dirancang untuk tahan gempa. Namun karakteristik gempa Kobe waktu itu memang berbeda. Pusat gempa hanya 15 km dibawah permukaan. Guncangan yang diakibatkan gempa tersebut menjadi jauh lebih besar. Rancangan bangunan di Kobe waktu itu berdasarkan peraturan yang dibuat pada tahun 1960-an, berdasarkan pengalaman gempa sebelumnya. Pelabuhan Kobe juga hancur lebur dan gempa ini mengakibatkan kehancuran di radius 20 Km dari pusat gempa.
Tapi Jepang membangun kembali Kobe. Mereka mempelajari gempa dan bencana yang menimpa dengan cara berpikir yang tepat sehingga menghasilkan tindakan yang benar. Mereka membuat early warning system untuk Tsunami.
Alat deteksi dini di perairan lepas Mentawai rusak karena dicuri suku cadangnya. Masyarakat di Merapi sulit diminta mengungsi karena mengikuti Mbah Merapi dan berat meninggalkan ternak mereka. Wasior hanyut juga masih menjadi pertanyaan. Apakah karena penebangan hutan atau murni bencana? Bencana di Indonesia ini memang sebagiannya kesalahan kita sendiri.
Indonesia adalah negara yang berada dipertemuan lempeng-lempeng bumi. Sebagian besar daerah Indonesia rawan gempa. Indonesia juga dipenuhi dengan gunung berapi. Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia. Untuk masyarakat Merapi yang sangat terikat dengan tempat dan kehidupan di lereng gunung memang sulit untuk dipindahkan begitu saja. Mereka juga tidak tenang di pengungsian karena memikirkan ternak mereka. Begitu pula rakyat di Mentawai.
Mereka yang berada didaerah rawan bencana harus betul-betul sadar bahwa mereka memiliki potensi kemalangan atau resiko yang harus mereka tanggung. Bicara mengenai resiko, merupakan pembicaraan yang sangat disukai oleh agen-agen asuransi. Apakah mungkin kalau penduduk di daerah rawan gempa itu diasuransikan? Gunung meletus, gempa dan tsunami merupakan kejadian yang tidak bisa diprediksi dengan tepat kapan akan terjadi. Mungkin apa tidak dibuat suatu sistem semacam asuransi, sebut saja asuransi gunung meletus dan asuransi tsunami? Premi asuransi ditanggung sebagian oleh tiap warga yang terdaftar sebagai warga di daerah rawan bencana, sebagian mungkin bisa ditanggung pemerintah. Asuransi ini mencakup asuransi jiwa dan harta benda termasuk ternak. Asuransi dijalankan oleh perusahaan asuransi yang betul-betul profesional. Apabila dalam jangka waktu sekian tahun tidak terjadi bencana, maka uang yang ditanamkan dapat dicairkan. Jadi perusahaan asuransi di Indonesia bukan hanya menjaring orang-orang di perkotaan. Resiko yang ditanggung juga bukan saja penyakit kebanyakan makan seperti jantung koroner.
Berbagai macam asuransi ditawarkan dengan berbagai cara oleh perusahaan asuransi. Dengan mengasuransikan masyarakat di daerah rawan bencana akan membantu pemerintah dalam meringankan beban masyarakat yang terkena bencana. Hal ini juga akan membuat masyarakat tenang di pengungsian. Dengan cara seperti ini maka sekaligus akan dapat memasyarakatkan asuransi dan mengasuransikan masyarakat. Hal ini juga akan mendidik masyarakat untuk berpikir logis dan masuk akal.
Sekian dari saya, sekedar pikiran rakyat jelata. Yang salah dari saya, yang benar dari Allah.
Mekar Wijaya
Seluruh Artikel...Monday, 18 October 2010
KONSEP NEGARA DALAM PERJALANAN SEJARAH ISLAM
SUATU ANALISA HISTORIS ATAS PENERAPAN HUKUM ISLAM DALAM NEGARA
BAGIAN KESATU. KONSEP DASAR DAN PRINSIP NEGARA DALAM ISLAM
I. Konsepsi Negara Islam
A. Islam Sebagai Al-din
B. Teori Terbentuknya Negara Dalam Konsepsi Islam
1. Teori Keteraturan Makhluk
2. Nabi Adam as dan Nabi Nuh as Sebagai Bapak Manusia
3. Teori Kedaulatan Tuhan
C. Prinsip-prinsip Negara Menurut Qur’an dan Sunnah
1. Prinsip Kekuasaan Sebagai Amanah
2. Prinsip Musyawarah
3. Prinsip Keadilan
4. Prinsip Persamaan
5. Prinsip Pengakuan dan Perlindungan HAM
6. Prinsip Peradilan Bebas
7. Prinsip Perdamaian
8. Prinsip Kesejahteraan
9. Prinsip Ketaatan Rakyat
I. Negara Madinah
II. Abubakar Ashidiq
III. Umar Bin Khattab
IV. Uthman Bin Affan
V. Ali Bin Abi Thalib Dan Jeritan Suci Keluarga Nabi
VI. Perubahan Bentuk Negara dan Revolusi
VII. Bergesernya Akidah Islam Menjadi Akidah Politik
BAGIAN KETIGA. KEKAISARAN BERDASARKAN DINASTI
I. Dinasti Umayyah
A. Mu’awiyah bin Abu Sufyan (662-680)
B. Yazid bin Muawiyah (680-683)
C. Muawiyah bin Yazid (683-684)
D. Marwān I ibn al-Hakam(684-685)
E. Abdul Malik bin Marwan(685-705)
F. Al Walid bin Abdul Malik (705–715)
G. Sulaiman bin Abdul Malik (715-717)
H. Umar bin Abdul Aziz(717-720)
I. Yazid bin Abdul Malik II (720-724)
J. Hisyam bin Abdul Malik (724-743)
K. Al Walid bin Yazid (743-744)
L. Yazid III bin al Walid-Ibrahim bin Walid (744)
M. Ibrahim bin Walid (tahun 127 H/744 M)
N. Marwan bin Muhammad bin Marwan bin Hakam al-Saidi (744-750)
II. Dinasti Abbasiyah
A. Bani Abbas (750-932 M)
1. Abu Abbas As-Safah (750-754 M)
2. Abu Jakfar al-Mansur (754-775 M)
3. Al-Mahdi (775-785 M)
4. Al-Hadi (785-786 M)
5. Harun Al-Rasyid (786-809 M)
6. Al-Amin (809-813 M)
7. Al-Makmun (813-833 M)
8. Al-Muktasim (833-842 M)
9. Al-Wasiq (842-847 M)
10. Al-Mutawakkil (847-861 M)
11. Al-Muntasir (861-862 M)
12. Al-Mustain (862-866 M)
13. Al-Muktazz (866-869 M)
14. Al-Muhtadi (869-870 M)
15. Al-Muktamid (870-892 M)
16. Al-Muktadid (892-902 M)
17. Al-Muktafi (902-908 M)
18. Al-Muktadir (908-932 M)
B. Bani Buwaihi (932-1075 M)
1. Al-Kahir (932-934 M)
2. Ar-Radi (934-940 M)
3. Al-Mustaqi (940-944 M)
4. Al-Muktakfi (944-946 M)
5. Al-Mufi (946-974 M)
6. At-Tai (974-991 M)
7. Al-Kadir (991-1031 M)
8. Al-Kasim (1031-1075 M)
C. Bani Saljuk (1075-1258 M)
1. Al-Muqtadi (1075-1084 M)
2. Al-Mustazhir (1074-1118 M)
3. Al-Mustasid (1118-1135 M)
4. Ar-Rasyid (1135-1136 M)
5. Al-Mustafi (1136-1160 M)
6. Al-Mustanjid (1160-1170 M)
7. Al-Mustadi (1170-1180 M)
8. An-Nasir (1180-1224 M)
9. Az-Zahir (1224-1226 M)
10. Al-Mustansir (1226-1242 M)
11. Al-Muktasim (1242-1258 M)
III. Dinasti-Dinasti Lain
A. Dinasti Fatimi
B. Dinasti Ayubid
C. Almohads
D. Mamluk
E. Utsmaniyah Turki
IV. Masa Keemasan Islam, Khalifah dan Kekhalifahan
V. Negara-negara Islam Modern
I. Perjalanan Bangsa Indonesia dalam Mencari Dasar Negara
II. Khilafah Islamiyah; Mayoritas dan Minoritas
III. Negara Hukum Pancasila
IV. Pancasila Dan Khilafah Islamiyah, Rekonsiliasi Untuk NKRI
BAGIAN KELIMA. KESIMPULAN: PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
Daftar Pustaka
Alam, Wawan Tunggul. 2000. Bung Karno : Menggali Pancasila (Kumpulan Pidato). Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
Antonio, Muhammad Syafii. 2009. Muhammad Saw: The Super Leader Super Manager. ProLM Centre & Tazkia Publising. Jakarta
Awwas, Irfan S. 2008. Trilogi Kepemimpinan Negara Islam Indonesia:Menguak Perjuangan Umat Islam dan Pengkhianatan Kaum Nasionalis-Sekuler. USWAH (Kelompok Penerbit Pro-U Media). Yogyakarta
al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyyurrahman. 2005 Perjalanan Hidup Rasul Yang Agung Muhammad: Dari Kelahiran Hingga Detik-detik Terakhir. [trans] Hanif Yahya. Darul Haq. Jakarta
al-Isy, Yusuf. 2009 Dinasti Umawiyah. [trans.] Iman Nurhidayat, Muhammad Khalil. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta
al-Isy, Yusuf. 2009 Dinasti Abbasiyah. [trans.] Arif Munandar, Pustaka Al-Kautsar. Jakarta
al-Quraibi, Ibrahim. 2009. Tarikh Khulafa. [trans.] Faris Khairul Anam. Qisthi Press. Jakarta
Ansary, Tamim. 2009. Dari Puncak Baghdad: Sejarah Dunia Versi Islam. [trans.] Anshori Thajib. Zaman. Jakarta
Azhari, H. Muhammad Tahir. 2003. Negara Hukum; Suatu Studi tentang Prinsip-prinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Negara Madinah dan Masa Kini. Prenada Media. Jakarta
Azhary, Abu. 2004. Negara & Cita-cita Politik. PT Syaamil Cipta Media. Bandung
El-Wa, Mohamed S. 1983. Sistem Politik Dalam Pemerintahan Islam. [trans.] Anshori Thajib. I. PT Bina Ilmu. Surabaya
Esposito, John L. 2010. The Future of Islam. Oxford University Press, Inc. New York
-----. Encyclopaedia Britannica 2010
Fauda, Faraq. 2008. Kebenaran yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslim. [trans.] Novriantoni. Yayasan Wakaf Paramadina. Jakarta
Kennedy, Hugh. 2007. The Great Arab Conquests: Penaklukan Terbesar dalam Sejarah Islam yang Mengubah Dunia. [trans.] Ratih Ramelan. Pustaka Alvabet. Tangerang
Iyas, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin. 2002. Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman. [trans.] Abdul Halim. Pustaka Hidayah. Bandung
Jamal, Fauzun. 2008. Intelejen Nabi: Melacak Jaringan Intelijen Militer dan Sipil Pada Masa Rasulullah. Pustaka Oasis. Jakarta
K., Prof. Ali. 1997. Sejarah Islam Dari Awal Hingga Runtuhnya Dinasti Utsmani. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
Kafie, Jamaluddin. 1983. Islam Agama Dan Negara. PT Bina Ilmu. Surabaya
Maududi, Sayyid Abul A'la. 1975. The Islamic Law and Constitution. Islamic Publication Ltd. Lahore
Muhammad Hussain Haikal. 2002. Umar bin Khattab, Sebuah telaah mendalam tentang Pertumbuhan Islam dan Kedaulatannya masa itu. [trans.] Ali Audah. Pustaka Litera AntarNusa. Bogor
Mulia, Musdah. 2010. Negara Islam. Kata Kita. Depok
Siahaan, Pataniari. 2002. Api Perjuangan Rakyat; Kumpulan Tulisan Terpilih Bung Karno. LKEP-Lembaga Kajian Ekonomi Politik.
Ridha, Abu. 2004. Karakteristik Politik Islam. PT Syaamil Cipta Media. Bandung
Ridha, Abu. 2004. Negara & Cita-cita Politik. PT Syaamil Cipta Media. Bandung
Soeprapto, R. 2004. Pancasila Menjawab Globalisasi : Menuju Dunia Damai, Aman, dan Sejahtera. Taman Pustaka. Tangerang
Suryanegara, Ahmad Mansur. 2009. Api Sejarah. Salamadani Pustaka Semesta. Bandung
Suryanegara, Ahmad Mansur. 2009. Api Sejarah 2. Salamadani Pustaka Semesta. Bandung
Seluruh Artikel...
Monday, 20 September 2010
Sunda Kelapa-Jayakarta-Batavia-Jakarta-Atlantis
SUNDA KELAPA atau disebut Yo Cheng oleh pedagang Cina, pada awalnya adalah salah satu pelabuhan yang dimiliki oleh Kerajaan Pakuan-Pajajaran. Setelah melakukan ekspansi ke utara, kerajaan ini memiliki enam buah pelabuhan yaitu Banten, Pontang, Cigede, Cimanuk, Tanara, dan Kelapa. Pelabuhan Kelapa terletak di tepi Teluk Jakarta dan sering pula disebut Sunda Kelapa. Pelabuhan Kelapa kelamaan menjadi pelabuhan penting dan sangat strategis karena berada di Teluk Jakarta, dekat dengan ibu kota Pajajaran yang disebut Dayo (kota) yang terletak di Bogor sekarang. Pelabuhan ini adalah pelabuhan yang menjadi pusat perdagangan lada yang dihasilkan Pajajaran, dengan pedagang dari Cina, Jepang, Gujarat dan Timur Tengah. Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan bukti sejarah kejayaan kerajaan-kerajaan di Jawa Barat yang dipimpin oleh raja yang bijaksana. Tome Pires ikut mencatat kemajuan jaman Sri Baduga dengan komentar : "The Kingdom of Sunda is justly governed; they are true men" (Kerajaan Sunda diperintah dengan adil; mereka adalah orang-orang jujur). Juga diberitakan kegiatan perdagangan Sunda dengan Malaka sampai ke kepulauan Maladewa (Maladiven). Jumlah merica bisa mencapai 1000 bahar (1 bahar = 3 pikul) setahun, bahkan hasil tammarin (asem) dikatakannya cukup untuk mengisi muatan 1000 kapal.
KLIK DISINI UNTUK MEMBACA SELURUH ARTIKEL
Seluruh Artikel...Tuesday, 7 September 2010
AHMADIYAH
Ahmadiyah merupakan masalah yang sulit karena baik dibubarkan maupun tidak dibubarkan akan membawa masalah yang serius. Masalah ini rupanya belum bisa diselesaikan dengan SKB 3 menteri. Harus ada penanganan yang benar-benar menyeluruh sehingga masalah ini bisa dituntaskan. Ahmadiyah ini memang menjadi masalah di beberapa negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam seperti di Pakistan. Masalah Ahmadiyah menyimpan potensi konflik horizontal sekarang dan di masa yang akan datang, yang mungkin akan berakibat luas dan fatal. Masalah Ahmadiyah ini bisa menjadi alat bagi pihak-pihak tertentu, baik dari dalam negeri maupun internasional. Masalah ini akan menjadi isu yang terus mengganggu, karena berkaitan erat dengan masyarakat muslim di Indonesia.
Indonesia sudah dibentuk sedemikian rupa untuk menjadi negara demokrasi. Dalam negara demokrasi, agama dan kepercayaan merupakan hak pribadi yang dijamin kebebasannya dan tidak bisa diganggu gugat. Segala bentuk sikap non-toleransi terhadap agama dan kepercayaan tertentu merupakan suatu pelanggaran hak asasi. Kebebasan beragama ini juga dijamin oleh Perserikatan Bangsa-bangsa dengan Universal Declaration of Human Rights, Resolusi 6/37, Declaration on the Elimination of all Forms of Intolerance and of Discrimination Based on Religion or Belief, dan berbagai dokumen lain yang menjamin kebebasan berkeyakinan. Namun demikian untuk resolusi 6/37 ini, Indonesia abstain.
KLIK DISINI UNTUK MEMBACA SELURUH ARTIKEL
Seluruh Artikel...Sunday, 29 August 2010
Banjir di Bulan Ramadhan
Sekali lagi!!! Perumahan Cirendeu Permai terendam banjir. Banjir kali ini lebih tinggi daripada banjir di bulan Juni. Tapi anehnya tidak ada pejabat daerah yang datang. Mungkin mereka sudah bosan.
Ucapan terima kasih sekali lagi kami haturkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum-Kepala Bidang Dinas Pengairan Bina Marga Tangerang Selatan Bapak Yudianto; yang membawa 2 buah perahu karet.
Aparat kepolisian yang juga memantau banjir kali ini, Kanitlantas Bapak Ginanto yang pertama kali datang di lokasi, Bapak Suljati, yang juga datang dan beberapa polisi yang saya tidak dapat sebutkan namanya.
Beberapa reporter dari AnTV yang datang meliput.
Dan reporter dari Metro TV yang manis jelita, yang datang ke Perumahan Cirendeu Permai mewawancarai Kak Seto yang saya ingin tahu namanya tapi lupa bertanya. Smoga bisa bertemu lagi.
MEKAR WIJAYA
Seluruh Artikel...Thursday, 5 August 2010
MMMBBLEDOSS!
[MC-ers] OOT : TABUNG GAS MELEDAK… MANA MUNGKIN …?From:
Sukardi <sukardi_arifin@yahoo.com> 
To:
MC-ers@yahoogroups.com
Dear Mc-ers,
Beberapa hari belakangan ini, pemberitaan mengenai Tabung Gas Meledak, ramai jadi perbincangan.
Ini berita BURUK atau berita LUCU? Seorang kerabat saya yang berasal dari Australia, tertawa (sampai terpingkal-pingkal) dengan berita-berita yang berkeliaran di media-media Indonesia, khususnya berita mengenai Tabung gas meledak. Dia menanyakan, apakah memang tabung di Indonesia bisa meledak seperti layaknya Bom atau granat? "Wah, bagaimana resepnya? Koq kami tidak bisa membuat benda yang sama?"
Saya hanya berusaha menjelaskan, bahwa persisnya tidak seperti itu. Tidak mungkin meledak. Karena setiap berita yang menginformasikan adanya tabung gas yang meledak, ternyata pada layar kaca maupun gambar-gambar tampak jelas kalau tabungnya baik-baik saja, utuh, hanya catnya yang terkelupas dan tentusaja tidak hancur berkeping-keping sebagaimana layaknya bom atau granat yang meledak.
Mengapa banyak media menggunakan kata "MELEDAK"? Menurut saya, biar nampak heboh saja. Dan tentusaja kita lebih senang mendengarkan dan menyampaikan berita yang seru daripada mendengarkan dan menyampaikan informasi yang benar dan lebih bermanfaat. Misalnya, kenapa gas bisa mengakibatkan ledakan? Dan apa sebenarnya penyebabnya.
Kalau orang asing sampai terpingkal-pingkal, seharusnya kita yang ditertawakan merasa malu, mencari tahu kebenarannya dan bukan malah jengkel apalagi masa bodoh dan tetap berada di dalam "kebodohan".
Kenapa Gas Bisa Meledak ?
Sebenarnya yang terbakar adalah gas. Dan tentusaja bukan tabungnya. Suara ledakan, adalah akibat jumlah gas yang cukup banyak dan terkonsentrasi di luar tabung. Kalau gas masih tetap berada di dalam tabung, maka gas tersebut tidak akan terbakar. Gas yang berada di dalam tabung, memberikan tekanan keluar, sehingga tidak mungkin api sampai masuk ke dalam tabung.
Sebagai contoh, saat kita memasak, klep yang berada di atas tabung, terbuka oleh tekanan regulator, lalu gas mengalir menuju kompor melalui selang. Sistem pada kompor, membagi gas secara merata pada masing-masing mata tungku, sehingga kita bisa memasak seperti biasa. Seandainya api dapat "tersedot" atau "menyambar" ke dalam tabung melalui gas yang dialirkan di dalam selang, maka setiap kita memasak pastilah akan terjadi kebakaran.
Sebenarnya, setiap kita memasak, terjadi "KEBAKARAN". Hanya saja, jumlah gas yang keluar jumlahnya tidak banyak, dapat dikendalikan, sehingga "kebakaran" tersebut dapat kita manfaatkan untuk memasak.
Pada prinsipnya, gas akan habis jika bertemu api. Oleh karenanya pada setiap kilang minyak maupun kilang gas, pada ujung cerobong diberikan api. Agar gas tersebut habis terbakar dan tidak menyebar kemana-mana.
Yang BERBAHAYA adalah saat gas keluar dari tabung dan disana tidak ada api. Parahnya, disanapun tidak ada ventilasi yang dapat mengalirkan gas keluar dari ruangan. Akibatnya, gas akan terus berkumpul, menjadi banyak, dan memiliki tekanan yang cukup tinggi. Sehingga pada saat ada yang menyalakan kompor, korek api atau menyalakan listrik maka akan menimbulkan percikan api. Gas yang terkonsentrasi di dalam ruangan dalam jumlah yang banyak, akhirnya terbakar secara bersamaan. Inilah yang menimbulkan suara seperti ledakan dan daya bakar yang luar biasa cepat.
Jadi, penyebab terjadinya kebakaran gas karena adanya 2 unsur yang saling medukung:
Pertama, karena adanya kebocoran gas. Kedua, karena tidak ada ventilasi sehingga gas tersebut terkonsentrasi. Kalau hanya salah satu saja penyebabnya, maka tidak akan terjadi kebakaran besar. Gas yang bocor di tempat terbuka, mungkin saja dapat terbakar, tapi tentulah tidak sedahsyat gas yang bocor di tempat yang tidak berventilasi baik.
Penyebab Kebocoran
Gas dapat keluar dari Tabung yang terbuat baja penyebabnya bisa bermacam-macam sebagai berikut :
1. Tabungnya bocor
2. Regulator rusak atau bocor
3. Regulator tidak menutup dengan rapat
4. Selang rusak atau bocor
5. Sambungan antara selang dengan regulator tidak rapat
6. Sambungan antara selang dengan kompor tidak rapat
7. Knop kompor dalam keadaan terbuka, sehingga terus mengalirkan gas.
Dari 7 penyebab keluarnya gas tesebut, kira-kira berapa persen salah pertamina dan berapa persen salah kita sebagai pengguna ?
Kesalahan dari pihak pemerintah, pertamina dan konsultan yang ditunjuk untuk membagi-bagikan paket tabung dalam program konversi adalah karena tidak mensosialisasikan secara menyeluruh kepada masyarakat mengenai tata cara penggunaan kompor dan tabung gas yang benar dan aman.
Kesalahah lainnya yang cukup fatal adalah TIDAK MEMBERITAHUKAN UMUR SELANG dan REGULATOR kepada masyarakat pengguna kompor dan tabung gas. Selang dan Regulator, rata-rata dapat bertahan dan bekerja dengan baik selama 12 bulan sampai maksimal 20 bulan.
Nah, Kapan terakhir kita mengganti SELANG dan REGULATOR ?
Kalau kita pun tidak ingat kapan terakhir kali mengganti selang dan regulator, artinya, kita pun tinggal menunggu waktu dan PASTI akan menjadi salah satu korban yang banyak diceritakan di berbagai media tersebut.
Kalau kita lupa mengganti baterai remote TV dan menunggu sampai baterainya benar-benar habis, resiko terparahnya kita harus memencet tombol di TV secara langsung. Kalau kita lupa menganti Ban Motor dan membiarkannya aus karena gesekan, resiko terparahnya kita slip dan mungkin tabrakan. KALAU KITA LUPA MENGGANTI SELANG DAN REGULATOR DAN MEMBIARKANNYA RUSAK KARENA USIA, resikonya yah, KEBAKARAN.
Kalau kita sendiri yang lupa menganti selang dan regulator dan menunggunya sampai rusak dan bocor, apakah pantas kita menyalahkan orang lain atau pemerintah?
Memang pemerintah ada andil dalam kejadian kebakaran gas belakangan ini. Tapi kita, juga ikut andil dan menjadi penyebab utama kebakaran tersebut.
Harga paket selang dan regulator yang berkualitas baik, kurang dari
Rp 100.000,- tapi dampak membiarkan selang dan regulator rusak rasanya bisa ribuan kali dari harga tersebut di atas.
Kalau pemerintah kurang sosialisasi, maka marilah kita yang mengerti untuk mensosialisasikan hal ini, minimal kepada keluarga dan kerabat kita. Mari kita berhenti menjadi masyarakat yang suka mengeluh, saatnya menjadi bagian dari solusi…!!!
Salam
www.sukardiarifin.com
SETUJU!!!!!!
Kita memang sudah tidak lagi di era kediktatoran. Seorang diktator pasti menyadari pentingnya media televisi bagi kelanggengan kediktatorannya. Karenanya Televisi di monopoli bukan untuk kepentingan rakyat tapi untuk kepentingan kekuasaan.
Pemimpin kita hari ini adalah pemimpin yang baik. Masalah selalu ada dalam sebuah komunitas manusia. Pantaskah kita mengejek??
Kalau cuma mengejek saja RAKYAT JELATA PUN BISA. Hanya mengejek tanpa memberikan solusi. Tertawa-tawa bersama kader-kader seakan-akan sudah pintar sekali??!! Mengajari orang untuk menertawakan pemerintah hasil PEMILU YANG SAH??
Apakah tidak punya cermin?? Apa sih prestasi selama jadi presiden??? Meletakkan batu pertama jembatan SURAMADU?? Mendirikan BPPN?? Apa lagi Ya??
Seluruh Artikel...
Cetak Halaman Ini